Bupati Barru Hadiri Rapat Keputusan Akhir Ranperda RPJPD 2025-2045

MJI BARRU – Bupati Barru Suardi Saleh menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Barru dalam rangka pendapat akhir Fraksi dan pengambilan keputusan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023 dan Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) Tahun 2025-2045, Jumat (28/6/2024) sore.

Rapat Paripurna ini digelar di Ruang Sidang DPRD Barru, dipimpin oleh Ketua DPRD dan dihadiri Wakil Ketua dan Anggota DPRD, Pabung Kodim 1405 Parepare, Kasi TU Kemenag Barru, para staf Ahli Bupati, Asisten Setda, para pimpinan OPD, para Kabag Lingkup Setda Barru, Sekwan, para Kabag Lingkup Setwan Barru, para Staf Ahli DPRD, para Camat, para Lurah dan Kepala Desa.

banner 1500x367

Rapat Paripurna ini diawali dengan penyampaian akhir Fraksi DPRD terhadap 2 Ranperda ini dengan beberapa catatan untuk menjadi perhatian pihak eksekutif, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan terhadap Ranperda ini dimana 6 Fraksi menerima dan menyetujui untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) yang ditandai dengan penandatanganan naskah keputusan bersama dan penyerahan keputusan bersama dari Ketua DPRDkepada Bupati.

Suardi Saleh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan atas komitmen dan dukungan yang diberikan hingga Ranperda ini disepakati dan disetujui ditetapkan menjadi Perda.

Terkait Ranperda pertanggungjawaban APBD 2023, Suardi Saleh menjelaskan, bahwa pertanggungjawaban ini disusun dengan mengacu pada pelaksanaan program dan kegiatan seluruh SKPD T.A 2023 sesuai dengan kebutuhan riil untuk dilaksanakan dan berkaitan dengan pencapaian target RPJMD dengan mempertimbangkan kebijakan pendapatan, kebijakan belanja, dan pembiayaan daerah yang proporsional yang berfokus dalam rangka pencapaian visi dan misi pemerintah daerah.

“Kami menyadari bahwa perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan terhadap anggaran membutuhkan ketelitian dan kerja keras semua pihak dan semuanya membutuhkan kalkulasi yang matang,” ujar Suardi.

Demikian pula yang berkaitan dengan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan anggaran yang secara formal dilaksanakan oleh legislatif, maupun secara administratif oleh aparat pengawas fungsional, pihakĀ  eksekutif kedepannya akanĀ  memperhatikan masukan dan koreksi dari pihak legislatif.

Lebih lanjut, pertanggungjawaban pelaksanaan APBD T.A 2023 telah diaudit oleh BPK Perwakilan Provinsi Sulsel.

“Alhamdulillah telah meraih capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tanggal 27 Mei 2024, dan ini merupakan Opini WTP ke-10 dan ke-8 tahun berturut-turut sejak tahun 2016-2023,” jelasnya.

“Dengan adanya opini BPK tersebut, kita tidak boleh berpuas diri, opini tersebut kiranya menjadi pemicu dalam melakukan perbaikan pengelolaan keuangan yang lebih komprehensif. masih banyak yang harus diperbaiki, baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun pelaporannya”, ujar Suardi.

Selanjutnya adapun catatan-catatan pada pandangan akhir Fraksi terhadap Ranperda pertanggungjawaban APBD T.A 2023 dan Ranperda RPJPD 2025-2045 akan menjadi perhatian dan fokus utama kedepannya, akan menjadi bahan evaluasi bagi para SKPD.

Diakhir sambutanya, Suardi Saleh mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap pemikiran dari setiap fraksi dan seluruh anggota dewan yang terhormat, yang telah memberikan masukan dan saran.

“Semoga hal ini dapat menjadi masukan yang sangat penting kepada pihak eksekutif untuk meningkatkan capaian kinerja dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat demi mewujudkan masyarakat barru yang lebih maju,” pungkas Suardi. (RED)

banner 1800x928

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *