Satu-satunya Bupati jadi Penguji PKA Angkatan I se Indonesia Timur

MJI MAKASSAR – Bupati Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Indah Putri Indriani menjadi penguji di Seminar Rancangan Aksi Perubahan pada Pendidikan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan I tahun 2024 di Aula Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Dalam Negeri Regional Makassar, Jumat (17/5/2024).

Peserta yang hadir dari pelbagai kabupaten/kota wilayah Indonesia Timur sebanyak 40 orang tersebut merupakan ASN pejabat eselon III dari pelbagai instansi pemerintah.

banner 1500x367

Dari empat penguji yang ada, Indah satu-satunya kepala daerah yang diundang langsung oleh kepala PPSDM Kemendagri Regional Makassar untuk menjadi penguji. Sementara tiga penguji lainnya yaitu Direktur IPDN Sulawesi Selatan, Kepala PPSDM Bandung, dan Kepala PPSDM Makassar.

Baca juga:Pesan Bupati Luwu Utara Kepada 75 Anggota PPK Tepilih

Baca juga: Bupati Lutra Sebut Penurunan Prevalensi Stunting Ada di TPK

Plt. Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Jemimah Elizabeth yang juga merupakan salah satu peserta berasal dari Provinsi Papua Barat Kota Sorong mengatakan sangat senang bisa diuji oleh Bupati Luwu Utara.

“Beliau cerdas dan sangat menguasai manajemen kepemimpinan,” tuturnya singkat.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara yang ditemui usai menguji menyampaikan bahwa seminar rencana aksi perubahan ini menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui oleh peserta PKA.

“Secara umum peserta pelatihan kepemimpinan melahirkan inovasi dan kita akan lihat sejauh mana mereka mengenal tugas dan fungsi serta mengetahui masalah yang ditemukan dalam organisasi,” kata Indah.

“Kemudian mereka menyusun inovasi untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang ditemukan. Setelah itu sejauh mana mereka mampu menggerakkan sumber daya yang ada baik di internal maupun di eksternal,” sambung bupati perempuan pertama di Sulsel ini.

Bupati Luwu Utara 2 periode ini juga menyampaikan, yang tidak kalah pentingnya adalah setelah implementasi di lapangan selama dua bulan, juga akan dilihat peluang rencana aksi untuk diadopsi dalam skala yang lebih luas baik dalam milestone jangka menengah maupun milestone panjang.

“Secara keseluruhan dari 10 rencana aksi yang saya uji tadi menawarkan inovasi-inovasi yang cukup menarik. Tantangannya diimplementasi dan keberlanjutan karena tidak cukup hanya memastikan bahwa selama proses PKAnya dapat diimplementasikan dengan baik tapi yang paling penting adalah keberlanjutan,” jelas Bupati Luwu Utara yang akrab disapa IDP ini. (MR/RN/MJI)

banner 1800x928

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *